Semakin Dekat dengan Pembaca

Vaksinasi PMK di Kabupaten Blitar ditarget 240 Ribu Dosis pada 2023

KABUPATEN BLITAR – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bumi Penataran terus melandai. Meski begitu, pemerintah terus menggencarkan program vaksinasi pencegahan penyakit pada hewan kuku belah itu. Tahun ini, vaksinasi PMK ditarget mencapai 240 ribu dosis.

Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar drh Nanang Miftahudin menjelaskan, vaksinasi terus bergulir di seluruh kecamatan. Itu untuk sapi, kerbau, kambing, domba, dan rusa. Fungsinya, meningkatkan imunitas hewan. “Sesuai instruksi pusat, (vaksinasi) dilanjutkan di tahun ini dengan target yang sudah dicanangkan,” ujarnya.

Nanang menilai, naiknya target vaksinasi PMK di Bumi Penataran sesuai target provinsi yang juga naik. Sebab, ada sejumlah daerah di Jawa Timur dengan kasus paparan PMK yang masih tinggi. Untuk itu, daerah lain diminta meningkatkan cakupan vaksinasi untuk melindungi ternak.

“Untuk peternak yang masih menolak, perlahan kami beri edukasi bahwa ini sangat dibutuhkan. Kami terus menyasar ternak yang belum disuntik dan lanjut ke tahap berikutnya,” jelasnya.

Disinggung soal target capaian 240 ribu dosis, lanjut dia, itu termasuk vaksin dosis pertama, kedua, dan booster alias ketiga. Dia mengaku, tahun lalu vaksinasi masih tercapai 79.900 dosis. Sehingga, distribusi vaksin bakal lebih masif, diiringi dengan pemasangan ear tag. Hingga kemarin, populasi hewan ternak rentan yang harus disuntik sekitar 315 ribu ekor.

“Kami tunggu jatah (vaksin PMK) tambahan dari pemerintah provinsi maupun pusat. Itu untuk optimalisasi vaksin tahun ini,” sambungnya.

Untuk diketahui, setidaknya terdapat 16 pasar hewan yang tersebar di Kabupaten Blitar. Beberapa di antaranya sudah dibuka seiring minimnya kasus harian PMK. Belasan pasar ini sempat ditutup menyusul lonjakan wabah penyakit ini. Mobilitas ternak pun terpaksa dihentikan karenanya.

“Karena sudah aktif kembali, tentunya yang sudah divaksin tidak perlu khawatir. Karena setiap masuk disemprot disinfektan. Ternak yang belum, kami imbau segera vaksin,” tandasnya. (luk/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.