Semakin Dekat dengan Pembaca

Wabup Rahmat ; Masa Saya Kalah sama Fikri?

KABUPATEN BLITAR– Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso urung mundur dari jabatannya. Kemarin, orang nomor dua di lingkup Pemkab Blitar ini sudah ketemu dengan Mak Rini. “Ya, saya sudah bertemu Mak Rini, beliau minta maaf, ” Kata Wabup Rahmat kepada Jawa Pos Radar Blitar, Rabu (4/1).

Dia mengatakan, Mak Rini tidak tahu secara detail nama-nama pegawai yang masuk dalam daftar mutasi yang dilakukan pada senin (2/1). Begitu juga, Riana atau ajudan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blitar, Venina Puspasari.

Karena alasan itu, Makdhe Rahmat -sapaan Wabup- juga tidak ingin memperpanjang masalah. Terlebih, ajudan untuk istrinya kini sudah kembalikan ke posisi sebelumnya. “Kemarin saya sama istri memang sepakat mundur dari jabatan (Ketua TP PKK dan Wakil Bupati Blitar, Red). Jika ajudan tidak dikembalikan, ” Ungkapnya.

Keputusan itu bukan tanpa pertimbangan. Jauh hari sebelumnya, Wabup diduga sudah bersitegang dengan beberapa orang kepercayaan Bupati. Itu juga berkaitan dengan posisi Riana sebagai ajudan istrinya. Apesnya, Wabup justru kalah pamor dengan orang di sekitar Bupati tersebut. Riana, dimutasi alias dipindah. “Masa saya lebih rendah dari si fikri itu. Makanya kalau sampai 1 x 24 jam ajudan tidak kembali ya lebih baik kami mundur, ” Tegasnya. Disinggung komunikasi yang kurang dengan Mak Rini, Wabup membantah. Menurutnya, hubungannya dengan Mak Rini tidak ada masalah.

Wabup mengaku tidak ikut campur dalam penataan personel di lingkup pemerintahan. Namun, hal itu berbeda jika penataan pegawai tersebut masuk wilayah internal wakil kepala daerah (WKDH). “Kalau yang lain monggo saja, saya gak ikut ikut, tapi kalau rumah tangga kami ya tidak begitu. Hilang wibawa saya,” Tandasnya. (hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.