Semakin Dekat dengan Pembaca

Wajib Akomodasi Difabel dan Perempuan

KABUPATEN BLITAR – Semua warga negara Indonesia (WNI) memiliki kesempatan yang sama menjadi anggota badan ad hoc Komisi Pemilihan Umum (KPU), tak terkecuali mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Dengan catatan, kekurangan ini tidak menghalangi tugas dan kewajiban sebagai bagian penyelenggara pemilihan umum (pemilu).

“Seleksi badan ad hoc KPU terbuka untuk umum. Tidak membeda-bedakan selama yang besangkutan (calon badan ad hoc, Red) mampu dan memenuhi kriteria,” ujar Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Blitar, Muhammad Bahaudin.

Hak yang dimiliki masyakarat berkebutuhan khusus ini sama di mata hukum. Yakni, hak menjadi pemilih, peserta pemilihan, dan penyelenggara pemilihan. Pada momen rekrutmen badan ad hoc ini, mereka juga mendapatkan perlakuan sama dengan para calon atau pelamar lainnya.

Dia mengatakan, pada momen pemilihan yang lalu ada beberapa anggota badan ad hoc yang notabene memiliki keterbatasan fisik. Secara umum, kinerja mereka sebagai penyelenggara pemilihan tidak kalah dengan anggota lain. “Kalau gak salah ingat, pada Pilkada 2020 lalu ada dua orang teman-teman disabilitas yang duduk di tingkat panitia pemilih kecamatan (PPK), dan di panitia pemungutan suara (PPS) ada satu orang,” katanya.

Tak jauh beda dengan panitia pengawas pemilu kecamatan, dalam rekrutmen badan ad hoc ini juga mengakomodasi keterwakilan perempuan. Setidaknya dari lima orang jumlah anggota PPK 30 persen, di antaranya merupakan perempuan.

Bahaudin mengaku optimistis hal ini bisa diwujudkan. Itu jika mengacu pada data pelamar badan ad hoc KPU yang masuk melalui sistem informasi anggota KPU dan badan ad hoc (SIAKBA). “Ada lebih dari 900 orang pelamar dan perbandingan menurut gendernya fifty-fifty,”ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya juga tidak bisa memastikan komposisi atau keterwakilan perempuan dalam badan ad hoc ini bisa terpenuhi. Sebab, data tersebut merupakan akumulasi dari jumlah pelamar. “Mudah-mudahan, persentase ini merata di tiap wilayah kecamatan,” tandasnya. (hai/c1/wen)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.