Semakin Dekat dengan Pembaca

Wali Kota Blitar Siap Diperiksa Kembali

KOTA BLITAR – Wali Kota Blitar menyatakan siap apabila dipanggil kembali oleh kepolisian untuk pemeriksaan tambahan. Sebab, orang nomor satu di lingkup pemerintah kota (Pemkot) Blitar itu mendukung penuh penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian. Termasuk menggali motif perampokan.

Wali kota telah memercayakan kepolisian sebagai aparat penegak untuk mengungkap tuntas kasus tersebut. Pasalnya, aksi perampokan tersebut bukan kasus kriminal biasa. Ada dugaan terdapat dalang atau aktor intelektual di baliknya. “Kapan pun, saya siap dipanggil. Ini demi membuat kasus perampokan semakin terang benderang,” ujarnya.

Dalam keterangan tambahan, Santoso akan memberikan jawaban sesuai dengan hal yang diketahuinya. Entah itu mengenai kronologi perampokan ataupun hal lain di luar kasus perampokan. Yang intinya memiliki keterkaitan dengan kasus perampokan pada 12 Desember 2022 lalu. “Saya akan jawab sesuai yang saya ketahui,” tegasnya.

Santoso yakin kepolisian mampu mengungkap secara tuntas kasus perampokan yang menimpa keluarganya itu. Termasuk mengungkap sutradara di balik aksi tersebut. Pasalnya, para pelaku ini berasal dari luar daerah dan mengaku baru kali pertama beraksi di Blitar. Anehnya, pelaku mengetahui detail bagian rumdin wali kota.

Nah, dugaan serta keanehan itulah yang kini juga sedang didalami kepolisian. Saat ini, korps baju cokelat itu sedang fokus mengejar dua pelaku lainnya yang masih buron. Keduanya menjadi eksekutor dalam perampokan yang dilakukan pada malam dini hari itu.

Sebelumnya, kriminolog asal Universitas Surabaya (Ubaya), Dr Elfina L. Sahetapy mendesak agar kepolisian mengungkap tuntas kasus perampokan di rumdin Wali Kota Blitar tersebut. Kepolisian juga harus menggali keterangan secara mendalam kepada otak perampokan, yakni MJ. Menanyakan alasan sampai mengincar rumdin Wali Kota Blitar.

Sekadar diketahui, tiga dari lima pelaku perampokan telah ditangkap. Sementara dua lainnya masih buron. Ketiga pelaku adalah MJ, 54, asal Kabupaten Lumajang; ASM, 54, asal Jakarta Barat; dan AJ, 57, asal Kabupaten Jombang. Mereka merencanakan aksi perampokan sejak menghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) Sragen pada 2019 lalu. Ini berdasarkan pengakuan otak perampokan, MJ, saat konferensi pers di Polda Jatim beberapa waktu lalu. (sub/c1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.