Semakin Dekat dengan Pembaca

Wanita Pembuang Bayi di RSUD Campurdarat Divonis 2 Tahun

TULUNGAGUNG – Masih ingat dengan kasus pembuangan bayi yang ditemukan di area pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) Campurdarat akhir Juli lalu? Kini, kasus tersebut berakhir di meja hijau. Terdakwa berinisial TR warga Desa Gembok, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, ini divonis 2 tahun penjara, kemarin (7/12).

Wajahnya terlihat tenang ketika menjalani persidangan di Lapas Kelas IIB Tulungagung secara teleconference di depan komputer. TR memakai kerudung warna cokelat dengan mengenakan rompi warna kuning khas tahanan kejaksaan. Dia menyatakan sehat dan siap menjalani sidang putusan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung. “TR telah terbukti melanggar pasal 76b juncto 77b Undang-Undang (UU) 35 Tahun 2014 atas perubahan UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dia divonis penjara 2 tahun dengan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan penjara,” ujar Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung, Agung Tri Radityo.

Dia melanjutkan, vonis dari majelis hakim ini lebih ringan daripada yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU). Itu lantaran JPU menuntut TR dengan hukuman penjara 3 tahun dan denda Rp 5 juta. Namun ternyata, majelis hakim tidak sependapat dan memiliki pandangan berbeda sehingga meringankan hukumannya.

Setelah Ketua Majelis Hakim Didimus Hartanto membacakan amar putusan, dia langsung meminta tanggapan TR. Tanpa berlama-lama, perempuan 27 tahun yang tega membuang buah hatinya itu langsung menerima putusan hakim. Terlihat sedikit senyuman di wajah TR usai mendengar putusan sang majelis hakim.

“TR sudah jelas putusannya. Cukup sudah pacarannya. Kalau pacaran jangan aneh-aneh, bila ingin lebih dari nafsu itu urusan setelah menikah. Cari laki-laki yang bertanggung jawab, bila tidak kamu yang sengsara. Tidak boleh berzina terdakwa,” tutur Didimus kepada terdakwa TR.

Untuk diketahui, TR merupakan tersangka pembuang bayi pada 30 Juli 2022 lalu, karena takut hasil hubungan gelapnya menjadi aib. TR berstatus janda tiga anak, termasuk dua bayi yang kini dirawat neneknya di Pacitan. TR bekerja sebagai asisten rumah tangga di Surabaya. Bayi yang dibuang merupakan hasil hubungan gelap dengan mantan kekasihnya berinisial T.

“Tersangka ternyata melahirkan bayinya di kamar mandi rumah majikannya pada Senin malam (25/7). Lalu, majikan membantu mengantarkan tersangka ke rumah sakit bersalin untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto.

Setelah melahirkan, TR berusaha menghubungi T, ayah biologis dari bayi yang baru saja dilahirkannya itu. Namun, T tidak dapat dihubungi, bahkan sejak Januari lalu ketika mengetahui TR positif hamil. Hingga akhirnya, TR memutuskan untuk izin cuti kepada majikannya dengan alasan pergi ke rumahnya di Pacitan.

Namun ternyata, TR tidak pulang ke rumahnya. Jumat (30/7) lalu, dia pergi ke Tulungagung naik travel dengan mobil Agya warna putih dan berhenti di depan Puskesmas Campurdarat pukul 01.00 WIB. Lalu, TR meletakkan bayi perempuannya dan perlengkapan bayi yang dibungkus tas dari rumah sakit bersalin di Surabaya. (jar/c1/din)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.