Semakin Dekat dengan Pembaca

Waspada, Flu Singapura Sasar Anak Jangkit Puluhan Anak di Kecamatan Selorejo

KABUPATEN BLITAR – Selain Covid-19, masyarakat juga perlu mewaspadai flu Singapura. Pasalnya, penyakit menular yang rata-rata menyerang anak-anak ini sedang merebak di wilayah Kabupaten Blitar.

Informasi yang diterima Koran ini, flu dengan gejala nyeri pada tubuh dan tenggorokan, serta ruam merah pada kulit ini terindikasi telah menyerang puluhan anak di wilayah Kecamatan Selorejo.

Kepala Dinkes Kabupaten Blitar dr Christine Indrawati mengatakan, sebanyak 20 anak yang terindikasi terkena flu Singapura itu sudah dinyatakan sembuh. Flu ini tidak akan merebak apabila masyarakat lebih menjaga kebersihan dalam segala kegiatan. Apabila terpapar, masyarakat diminta segera diperiksa ke klinik ataupun puskesmas.

“Kalau flu Singapura ini terapinya pencegahan virus biasa. Bisa dengan mengobati gejalanya, dan meningkatkan imunitas tubuh,” jelasnya Minggu (19/6) kemarin.

Dibandingkan dengan flu pada umumnya, varian flu Singapura ini tampak berbeda. Penderita yang positif terpapar bakal mengalami luka pada bagian mulut dan luka lepuh di kulit. Penyakit menular ini paling banyak menyasar anak-anak usia 5-10 tahun. Orangtua pun diharapkan lebih aktif memantau kesehatan sang buah hati. ”Memang rata-rata yang diserang oleh flu ini adalah anak-anak, makanya orangtua yang harus lebih intens merawat anaknya,” harapnya.

Menurut dia, masyarakat tak perlu panik dengan penyakit ini. Sebab lebih mudah diobati. Beberapa langkah pencegahannya yakni menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menyerap asupan vitamin dan mineral, dan istirahat yang cukup. Apabila kebugaran tubuh optimal, maka kecil peluang terpapar flu ini.

“Kalau sudah terpapar, obati dulu gejala yang muncul. Seperti sakit nyeri dan demam, bisa minum paracetamol. Begitupun juga kalau batuk dan pilek,” terangnya.

Dia menegaskan, ada beberapa faktor yang membuat flu ini menyebar di masyarakat. Yakni, berbagi alat makan atau minum dengan pengidap, menghirup percikan liur penderita, menyentuh mata dan hidung tanpa cuci tangan, hingga menyentuh benda yang terkontaminasi virus.

Dia mengimbau, masyarakat untuk memahami tentang pentingnya menjaga kesehatan diri. Setiap elemen masyarakat lebih baik izin tidak beraktivitas ketika kondisi tubuh menurun. Karena hal ini menjadi langkah efektif menekan penularan penyakit ke orang lain.

“Yang pasti istirahat. Bisa minum paracetamol atau ibuprofen sesuai instruksi dokter, menggunakan salep kulit, untuk mengurangi luka gatal di kulit,” imbaunya. (mg2/ady).

Leave A Reply

Your email address will not be published.