Semakin Dekat dengan Pembaca

Waspada Minuman Kemasan Konsumsi Berlebihan, Picu Gangguan Pencernaan hingga Diabetes

KOTA BLITAR – Minuman kemasan banyak ditemukan di mana pun. Olahan minuman itu menjadi alternatif pelepas dahaga. Apalagi jika disajikan dingin. Namun, harus diketahui, ada bahaya di baliknya jika dikonsumsi berlebih.

Minuman kemasan yang dijual di pasaran banyak jenisnya. Mulai dari minuman bersoda, minuman berenergi, teh, jus buah, air kelapa, hingga kopi. Semua jenis minuman itu dikemas praktis demi memudahkan masyarakat mengonsumsinya.

Ahli Gizi RSUD Mardi Waluyo, Popi Putri Kusumaningayu mengungkapkan, minuman kemasan memiliki dampak negatif jika dikonsumsi secara berlebihan. Karena itu, masyarakat harus mewaspadai minuman kemasan apa pun jenisnya. “Jika dikonsumsi berlebih akan berdampak pada kesehatan tubuh. Berbagai keluhan akan muncul, mulai gangguan pencernaan, sakit kepala hingga hipertensi, dan kenaikan berat badan,” terangnya kemarin (14/10).

Popi menyebut ada beberapa jenis minuman kemasan yang harus diwaspadai. Di antaranya, minuman yang mengandung kafein tinggi. Kafein adalah zat alami yang banyak terkandung di dalam tanaman teh, kopi, dan kakao. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai, kafein memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Namun sebaliknya, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih maka berdampak buruk pada kesehatan. Sebab, kafein memiliki sifat yang dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. “Keluhan lain yang sering muncul adalah perasaan gelisah dan khawatir, susah tidur (insomnia), gangguan pencernaan, sakit kepala, dehidrasi, hingga meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis,” jelasnya.

Kemudian, minuman dengan kadar gula yang tinggi. Tentu jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang berdampak buruk pada kesehatan. Apabila kebiasaan mengonsumsi minuman kemasan yang manis-manis terus dilakukan tentu berpotensi terkena penyakit gula darah atau diabetes.

Selanjutnya adalah minuman berenergi. Semua minuman tersebut mengandung sejumlah besar zat stimulan seperti kafein, asam amino taurin, gula atau pemanis tambahan, dan zat aditif. Minuman ini biasa dikonsumsi untuk menambah energi. “Selain adanya kandungan kafein dan gula, ada beberapa produk yang juga ditambahkan dengan soda, perisa buatan kimiawi, dan pewarna buatan kimiawi untuk memperkuat rasa dan warna,” terang perempuan berjilbab ini. (sub/c1/wen)

 

Ngopi Cukup Dua Cangkir Per Hari

Tentu semua yang berlebihan tidaklah baik. Karena itu, konsumsilah minuman atau makanan secukupnya. Dengan kata lain, konsumsi sesuai batas yang telah ditentukan. Seperti konsumsi kafein, batas amannya adalah 200-400 miligram (mg) per hari. “Atau sama dengan sekitar dua sampai empat cangkir kopi sehari. Atau, empat sampai delapan cangkit teh per hari,” ungkap Popi.

Namun, perlakuan akan berbeda terhadap orang dengan kondisi tertentu. Misalnya yang memiliki riwayat penyakit jantung, konsumsi kafein harus dikurangi hingga setengahnya dari rekomendasi normal. Kemudian untuk ibu hamil atau menyusui, konsumsi kafein tidak boleh lebih dari 300 mg per hari atau sama dengan sekitar 2-3 cangkir kopi atau 3-4 cangkir teh. “Hal ini dikarenakan sifat kafein yang akan menghambat penyerapan zat besi dan dampaknya akan buruk bagi kondisi kehamilan atau bayi yang menyusu,” ujar perempuan murah senyum ini.

Sementara itu, konsumsi gula juga harus dibatasi. Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), konsumsi gula per hari sebaiknya tidak lebih dari empat sendok makan. Apabila konsumsi melebihi dari batas, maka berpotensi meningkatkan berbagai penyakit kronis seperti diabetes, jantung, peningkatan jumlah lemak di hati, dan berdampak pada kerusakan ginjal. “Bukan hanya itu, gula juga berkontribusi besar terhadap kenaikan berat badan dan kerusakan gigi,” imbuhnya. (sub/c1/wen)

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.