Semakin Dekat dengan Pembaca

Workshop Pengembangan Literasi SMPN 1 Rejotangan, Pertemuan Kedua Pelajari Perfilman Dasar

Hai Saretabro! Hari Sabtu, 14 Januari 2023, SMPN 1 Rejotangan mengadakan pertemuan kedua acara Workshop Pengembangan Literasi di Graha Cakrawala. Kesempatan kali ini menghadirkan pemateri yang berbeda, yaitu Mas Betet Kunamsinam, pegiat film Blitar juga mantan editor salah satu TV nasional.

Materi yang disampaikan adalah perfilman dasar dengan peserta sebanyak 45 siswa-siswi perwakilan kelas dan anggota OSIS SMPN 1 Rejotangan. Pertemuan ini dimulai pada pukul 08.30 WIB dan dibuka dengan salam serta perkenalan dari Mas Betet Kunansinam. Selanjutnya materi mulai disampaikan dengan rinci, namun ringkas dan padat.

Untuk pertemuan kali ini materi yang disampaikan, yakni proses pembuatan film meliputi praproduksi,
produksi, dan pascaproduksi. Selain itu, juga teknik pengambilan gambar meliputi long shot, medium shot, dan close up, jika berdasarkan jarak. Kalau berdasarkan angle ada high angle, normal angle, dan low angle.

Sama seperti sebelumnya, saat bel istirahat berbunyi siswa-siswi yang hadir dipersilakan istirahat sejenak sambil memahami kembali materi yang disampaikan. Sekitar 30 menit berlalu, para peserta kembali ke Graha Cakrawala melanjutkan acara. Kemudian peserta diberi tugas membuat video tentang SMPN 1 Rejotangan. Namun saat itu peserta hanya disuruh membuat tema, tujuan, dan anggotanya untuk produksi video.

Oh iya, peserta dibagi menjadi lima kelompok dan diberi waktu 30 menit. Setelah 30 menit berlalu perwakilan dari masing-masing kelompok maju. Ada sesi penyampaian ide dari masing-masing kelompok. Sedangkan kelompok lain juga ada yang bertanya. Peserta sangat antusias dalam sesi ini. Beberapa menit berlalu jam sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB. Dan pertemuan kali ini ditutup dan para peserta bisa kembali ke kelas masing-masing.

Dari pertemuan tersebut, kita bisa melihat antusiasme siswa-siswi SMPN 1 Rejotangan dalam mengikuti workshop. Mereka bisa memahami dengan baik apa yang disampaikan. Menurut saya program seperti ini sangat diperlukan untuk mengembangkan bakat anak-anak bangsa. Saya juga sangat mendukung hal seperti ini diterapkan di sekolah lain, bukan hanya di Pulau Jawa, namun juga luar pulau.

Ya, sedikit saran dari saya, jika kalian memiliki bakat, maka kita jangan malu menunjukkannya, karena itulah bakat kita. Kita harus terus belajar dan belajar, sampai pada titik dimana kita bisa merasakan hasil dari semua itu. (*/ynu)

 

Oleh: Muhammad Salman Alfarisi (Kelas 8B)

Leave A Reply

Your email address will not be published.