Semakin Dekat dengan Pembaca

Wow, 335 Gempa Terjadi Sepanjang November, Untungnya Skala Kecil

KOTA BLITAR – Gempa tektonik bermagnitudo 6,0 skala Richter (SR) siang kemarin (6/12) ternyata diikuti beberapa gempa susulan. Namun, karena kekuatanya lebih rendah, pergerakan kerak bumi ini tidak begitu terasa di Bumi Penataran.

“Hasil monitoring kami menunjukkan adanya dua aktivitas gempa bumi susulan alias aftershock dengan kekuatan terbesar M4,6,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk, Sumber Harto.

Episenter atau titik gempa bumi ini terjadi di laut pada jarak 223 kilometer (km) arah selatan Kota Jember. Harto menyebut ini termasuk gempa bumi dangkal, karena titik gempa berada di kedalaman sekitar 10 km. Gempa tersebut karena patahan batuan di zona outerise. Dampak gempa tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah Jatim, tetapi juga beberapa daerah di wilayah Jawa Tengah dan Jogjakarta.

Pihaknya berharap masyarakat tidak panik dengan peristiwa tersebut. Apalagi terpancing dengan isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa,” katanya.

Harto melanjutkan, lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia di selatan Jawa cukup dinamis. Itu jika melihat kondisi seismisitas wilayah Jawa Timur dan sekitarnya periode November 2022 lalu. Tercatat ada sekitar 335 kejadian yang didominasi oleh gempa bumi dengan magnitudo kecil atau magnitudo kurang dari 3 pada kedalaman kurang dari 60 km. “Kejadian ini tidak begitu dirasakan masyarakat,” tururnya.

Dia menambahkan, peristiwa gempa sepanjang November lalu bisa dikelompokkan menjadi beberapa bagian. Jika dilihat dari frekuensi kejadian, 23 November adalah yang paling banyak terjadi peristiwa gempa. Yakni sebanyak 24 kejadian.

Jika dilihat dari kedalaman gempa bumi, paling banyak terjadi di kedalaman kurang dari 60 km. Artinya, pada November lalu didominasi oleh jenis gempa bumi dangkal. Tercatat ada sekitar 296 kejadian gempa bumi dengan kedalaman kurang dari 60 km.

Harto menambahkan, ada sekitar 38 kejadian gempa di kedalaman antara 60 km sampai 300 km. Lalu, di bawah kedalaman 300 km tercatat hanya satu kali kejadian. “Untungnya, mayoritas kejadian gempa memiliki kekuatan yang relatif kecil sehingga tidak menimbulkan dampak yang berarti,” tandasnya. (hai/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.