Table of Contents
Texas Chicken, dikenal sebagai Church’s Chicken di Amerika Serikat, adalah salah satu jaringan restoran cepat saji yang mengkhususkan diri dalam ayam goreng. Didirikan pada tahun 1952 di San Antonio, Texas, oleh George W. Church Sr., Texas Chicken telah berkembang menjadi merek global dengan ribuan gerai di berbagai negara. Artikel ini akan membahas sejarah pendirian, ekspansi internasional, dan khususnya perjalanan Texas Chicken di Indonesia.
Sejarah Pendirian Texas Chicken

Awal Mula di San Antonio
Pada 17 April 1952, George W. Church Sr., seorang pensiunan penjual inkubator ayam, membuka restoran pertamanya yang bernama Church’s Fried Chicken To-Go di San Antonio, Texas, tepat di seberang jalan dari The Alamo. Restoran ini awalnya hanya menjual ayam goreng dengan harga dua potong ayam dan satu roti gulung seharga 49 sen. Tiga tahun kemudian, pada tahun 1955, menu diperluas dengan menambahkan kentang goreng dan jalapeños.
Perkembangan dan Ekspansi Awal
Setelah kematian George W. Church Sr. pada tahun 1956, putranya, George W. Church Jr., mengambil alih bisnis keluarga. Di bawah kepemimpinannya, jaringan restoran ini berkembang pesat. Pada tahun 1962, Church’s Fried Chicken telah memiliki delapan lokasi di San Antonio. Ekspansi terus berlanjut, dan pada tahun 1967, restoran pertama di luar Texas dibuka. Pada akhir tahun 1969, lebih dari 100 restoran Church’s beroperasi di tujuh negara bagian.
Ekspansi Internasional dan Rebranding
Masuk ke Pasar Internasional
Ekspansi internasional dimulai pada tahun 1979 dengan pembukaan restoran di Puerto Rico, Kanada, Meksiko, dan Indonesia. Di pasar internasional, terutama di luar Amerika Utara, merek ini beroperasi dengan nama Texas Chicken. Rebranding ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan preferensi lokal dan menghindari konotasi religius yang mungkin terkait dengan nama “Church’s”.
Pertumbuhan Global
Seiring berjalannya waktu, Texas Chicken terus memperluas jangkauannya ke berbagai negara. Hingga tahun 2017, Texas Chicken telah memiliki lebih dari 1.700 gerai yang tersebar di 26 negara. Pertumbuhan ini menjadikannya salah satu jaringan restoran ayam goreng terbesar di dunia, bersaing dengan merek-merek ternama lainnya.
Kehadiran Texas Chicken di Indonesia

Awal Kehadiran
Di Indonesia, Texas Chicken pertama kali hadir pada 4 Juli 1984 dengan nama Texas Fried Chicken. Gerai pertamanya dibuka di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Pada tahun 1993, nama restoran ini berubah menjadi Texas Chicken. Ekspansi terus berlanjut ke berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Surabaya, Medan, Pekanbaru, Palembang, Pontianak, Banjarmasin, Bandung, Makassar, dan Manado.
Perubahan Kepemilikan dan Penutupan Gerai
Pada tahun 2018, sebagian kepemilikan Texas Chicken di Indonesia diambil alih oleh PT Quick Serve Indonesia (QSI). Namun, pada tahun 2023, PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI), salah satu pemegang hak waralaba Texas Chicken di Indonesia, mengumumkan penutupan seluruh gerai yang mereka operasikan. Meskipun demikian, gerai Texas Chicken yang dioperasikan oleh PT QSI masih beroperasi, sehingga merek ini tetap hadir di Indonesia meskipun dengan jumlah gerai yang lebih sedikit.
Menu dan Inovasi Produk
Menu Klasik
Texas Chicken dikenal dengan ayam gorengnya yang renyah dan lezat. Selain itu, menu klasik lainnya termasuk kentang goreng, biskuit madu-mentega, dan jalapeños. Kombinasi ini memberikan cita rasa unik yang membedakan Texas Chicken dari pesaingnya.
Adaptasi Menu Lokal
Untuk menyesuaikan dengan selera lokal di berbagai negara, Texas Chicken melakukan adaptasi menu. Di Indonesia, misalnya, mereka menawarkan nasi ayam dengan berbagai varian saus seperti sambal ijo dan teriyaki. Inovasi ini menunjukkan fleksibilitas Texas Chicken dalam memenuhi preferensi kuliner lokal.
Strategi Pemasaran dan Persaingan

Branding dan Diferensiasi
TexasChicken menekankan kualitas bahan baku dan proses memasak yang konsisten untuk memastikan cita rasa yang khas. Mereka juga menonjolkan identitas merek yang kuat dengan slogan-slogan yang menarik dan kampanye pemasaran yang kreatif. Pendekatan ini membantu TexasChicken membedakan diri dari pesaingnya di pasar ayam goreng yang kompetitif.
Tantangan dan Peluang
Meskipun menghadapi persaingan ketat dari merek-merek ayam goreng lainnya, TexasChicken melihat peluang dalam ekspansi digital dan layanan pesan antar. Dengan meningkatnya tren pemesanan makanan secara online, TexasChicken terus berinovasi dalam strategi pemasaran digital dan aplikasi pemesanan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
Texas Chicken dan Masa Depannya di Pasar Global
TexasChicken telah membuktikan dirinya sebagai salah satu merek ayam goreng terbesar di dunia dengan sejarah panjang dan ekspansi global yang kuat. Meskipun menghadapi tantangan, termasuk persaingan ketat dan perubahan kepemilikan di beberapa negara, TexasChicken tetap mempertahankan identitas dan kualitas produknya.
Di Indonesia, meskipun mengalami pengurangan jumlah gerai, TexasChicken masih memiliki potensi untuk berkembang kembali dengan strategi pemasaran yang tepat dan adaptasi terhadap kebutuhan pasar lokal. Dengan komitmen terhadap kualitas dan inovasi, TexasChicken terus menjadi salah satu pilihan favorit bagi pecinta ayam goreng di seluruh dunia.