Table of Contents
Pada tanggal 20 Mei 2025, dunia media dan hukum Indonesia dikejutkan dengan kabar duka yang mendalam. Ibrahim Sjarief Assegaf, suami dari jurnalis ternama Najwa Shihab, telah meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) pada pukul 14.29 WIB. Kabar ini disampaikan melalui akun Instagram Narasi, platform media yang didirikan oleh Najwa Shihab, yang menyatakan bahwa Ibrahim Sjarief Assegaf, Komisaris Utama Narasi, telah meninggal dunia.
Profil Ibrahim Sjarief Assegaf
Latar Belakang Pendidikan dan Karier
Ibrahim Sjarief Assegaf adalah seorang pengacara dan ahli hukum yang sangat dihormati di Indonesia. Ia lahir di Surakarta pada tahun 1977 dan menempuh pendidikan di Universitas Indonesia, di mana ia mendapatkan gelar sarjana hukum. Ibrahim melanjutkan pendidikannya dengan meraih gelar Master of Laws (LL.M) dari University of Melbourne, Australia. Tak hanya itu, Ibrahim juga sempat menjadi peneliti tamu di Harvard Law School, yang menunjukkan reputasinya sebagai seorang pakar hukum yang diakui di tingkat internasional.
Perjalanan Karier Hukum Ibrahim
Karier profesional Ibrahim dimulai pada akhir 1990-an. Ia bekerja di Hadiputranto, Hadinoto & Partners sebelum mendirikan firma hukum Assegaf Hamzah & Partners (AHP), yang kini menjadi salah satu firma hukum terkemuka di Indonesia. Ibrahim dikenal sebagai salah satu pengacara terbaik di Indonesia, yang memberikan kontribusi besar dalam berbagai kasus hukum penting. Pada tahun 2021, ia bahkan masuk dalam daftar 100 pengacara terbaik di Indonesia versi Asia Business Law Journal.
Kiprah di Dunia Media
Selain di bidang hukum, Ibrahim juga dikenal dalam dunia media. Ia menjadi salah satu pendiri dan komisaris utama di Narasi, platform media yang didirikan oleh istrinya, Najwa Shihab. Ibrahim banyak memberikan kontribusi dalam pengembangan Narasi, yang kini menjadi salah satu media terkemuka di Indonesia, fokus pada jurnalisme yang berorientasi pada keadilan dan transparansi.

Penyebab Wafat Ibrahim Sjarief Assegaf
Kondisi Kesehatan Ibrahim
Ibrahim Sjarief Assegaf meninggal dunia akibat komplikasi stroke yang terjadi beberapa waktu sebelumnya. Menurut informasi yang beredar, almarhum sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Jakarta sebelum akhirnya meninggal dunia. Ibrahim didiagnosis mengalami pendarahan di otak yang menyebabkan kondisinya semakin memburuk.
Proses Pemakaman
Jenazah Ibrahim Sjarief Assegaf disemayamkan di kediaman keluarga di Jalan Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Pemakaman dijadwalkan pada tanggal 21 Mei 2025, di TPU Jeruk Purut, Jakarta. Kepergian Ibrahim menjadi kehilangan besar bagi keluarga dan masyarakat Indonesia, khususnya di bidang hukum dan media.
Kehidupan Pribadi Ibrahim dan Najwa Shihab
Pernikahan dan Keluarga
Ibrahim Sjarief menikah dengan Najwa Shihab pada 11 Oktober 1997. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua orang anak, yaitu Izzat Assegaf dan Namiyah binti Ibrahim Assegaf. Sayangnya, Namiyah meninggal dunia saat baru dilahirkan pada 15 Desember 2011. Meski demikian, Ibrahim dan Najwa tetap menjadi pasangan yang kuat, saling mendukung dalam perjalanan hidup dan karier mereka.
Najwa Shihab sering mengungkapkan bahwa Ibrahim adalah sosok yang sangat mendukungnya, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Ibrahim selalu menjadi pendamping setia di balik kesuksesan Najwa sebagai jurnalis dan pemilik platform media Narasi.
Peran Ibrahim dalam Karier Najwa Shihab
Ibrahim dikenal sebagai sosok yang penuh perhatian dan selalu mendukung Najwa dalam setiap langkahnya. Sebagai seorang pengacara sukses, Ibrahim memberikan nasihat hukum yang sangat berharga bagi istrinya, terutama dalam menjalankan platform media yang dimiliki oleh Najwa. Keduanya dikenal sebagai pasangan yang saling mendukung dalam segala hal.

Penghormatan dari Rekan dan Sahabat
Reaksi Rekan Sejawat
Kabar kepergian Ibrahim Sjarief Assegaf mendapat banyak perhatian dari berbagai kalangan, terutama dari rekan-rekan sejawat di dunia hukum dan media. Banyak yang menyampaikan rasa duka cita dan penghormatan terhadap jasa dan dedikasi Ibrahim selama ini. Di dunia hukum, Ibrahim dikenal sebagai sosok yang tegas dan berdedikasi tinggi dalam menegakkan keadilan.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla, juga turut berduka cita atas meninggalnya Ibrahim. Ia menyatakan bahwa Ibrahim adalah seorang pengacara yang sangat berkompeten dan berintegritas tinggi.
Penghormatan dari Masyarakat
Ibrahim Sjarief Assegaf juga dikenal oleh masyarakat luas sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan hukum di Indonesia. Sejumlah penghormatan dan kata-kata pujian datang dari berbagai pihak yang mengenal Ibrahim sebagai pribadi yang sangat berdedikasi pada pekerjaannya.
Pesan dari Keluarga
Harapan dari Keluarga
Dalam menyambut kepergian Ibrahim, keluarga besar Assegaf memohon agar segala kesalahan almarhum dimaafkan dan amal ibadahnya diterima di sisi Allah yang Maha Pengasih. Keluarga juga meminta agar masyarakat mendoakan agar Ibrahim diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

Ibrahim Sjarief Assegaf: Kenangan yang Akan Abadi dalam Hati Keluarga dan Masyarakat
Kepergian Ibrahim Sjarief Assegaf merupakan kehilangan besar bagi keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat Indonesia. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa-masa sulit ini. Aamiin.