Table of Contents
Sakaratul maut merupakan fase terakhir kehidupan manusia sebelum berpindah dari kehidupan dunia menuju alam akhirat. Dalam ajaran Islam, momen ini dipandang sebagai saat yang sangat penting karena pada waktu inilah seseorang mengakhiri perjalanan hidupnya di dunia. Setiap manusia pasti akan mengalami sakaratul maut sebagai bagian dari ketetapan Allah. Oleh sebab itu, Islam memberikan tuntunan yang jelas mengenai bagaimana sikap seorang Muslim ketika menghadapi kematian, baik bagi orang yang sedang sakaratul maut maupun bagi orang yang berada di sekitarnya.
Para ulama menjelaskan bahwa ketika seseorang sedang berada dalam kondisi sakaratul maut, ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh keluarga, kerabat, atau orang yang menemaninya. Amalan tersebut bertujuan membantu orang yang sedang menghadapi ajal agar meninggal dalam keadaan yang baik serta dimudahkan proses keluarnya ruh. Selain itu, amalan ini juga menjadi bentuk kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama Muslim pada saat terakhir kehidupannya.
Dalam berbagai kitab fikih jenazah dan penjelasan para ulama, disebutkan beberapa sunnah yang dianjurkan ketika seseorang berada dalam kondisi sakaratul maut. Amalan tersebut bersumber dari hadits Nabi Muhammad dan praktik yang dilakukan oleh para sahabat. Melalui sunnah sunnah ini, Islam mengajarkan bahwa kematian bukanlah sesuatu yang harus dihadapi dengan ketakutan, tetapi dengan ketenangan, doa, dan pengharapan kepada rahmat Allah.
Artikel ini akan membahas secara panjang dan mendalam mengenai tujuh sunnah yang dianjurkan dilakukan kepada orang yang sedang sakaratul maut. Penjelasan ini juga akan disertai dengan hikmah dari setiap amalan sehingga dapat menjadi panduan bagi umat Islam ketika menghadapi situasi tersebut.
Memahami Makna Sakaratul Maut dalam Islam
Sebelum membahas sunnah yang dianjurkan kepada orang yang sedang sakaratul maut, penting untuk memahami terlebih dahulu makna sakaratul maut dalam ajaran Islam. Sakaratul maut merupakan keadaan ketika seseorang sedang berada pada detik detik terakhir kehidupannya. Pada saat ini ruh mulai dicabut dari tubuh manusia oleh malaikat atas izin Allah.
Proses sakaratul maut sering kali digambarkan sebagai kondisi yang tidak mudah. Dalam berbagai penjelasan ulama disebutkan bahwa seseorang yang sedang sakaratul maut dapat merasakan kesulitan yang berat karena sedang berpindah dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat. Namun bagi orang yang beriman dan banyak melakukan amal saleh, Allah dapat memudahkan proses tersebut.
Sakaratul Maut adalah Proses Perpindahan dari Dunia ke Akhirat
Sakaratul maut bukan sekadar kematian fisik, tetapi merupakan proses perpindahan kehidupan manusia dari dunia menuju alam barzakh. Dalam fase ini manusia mulai meninggalkan seluruh urusan dunia dan bersiap menghadapi kehidupan setelah kematian.
Para ulama menjelaskan bahwa pada saat sakaratul maut seseorang sangat membutuhkan ketenangan, doa, serta pengingat akan kalimat tauhid. Karena itu orang yang berada di sekitarnya dianjurkan membantu dengan berbagai amalan sunnah.
Pentingnya Mendampingi Orang yang Sedang Sakaratul Maut
Ketika seseorang berada dalam kondisi sakaratul maut, kehadiran keluarga dan orang orang terdekat sangat penting. Mereka tidak hanya memberikan dukungan emosional tetapi juga membantu mengingatkan orang tersebut kepada Allah.
Dalam Islam, mendampingi orang yang sedang sakaratul maut termasuk perbuatan yang mulia. Hal ini menunjukkan kepedulian terhadap sesama Muslim serta menjadi pengingat bagi orang yang masih hidup tentang hakikat kehidupan.

Sunnah Sunnah yang Dianjurkan Ketika Sakaratul Maut
Para ulama menjelaskan bahwa terdapat beberapa sunnah yang dianjurkan dilakukan kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut. Amalan ini memiliki tujuan yang sangat penting yaitu membantu orang tersebut agar meninggal dalam keadaan baik serta mendapatkan rahmat Allah.
Berikut adalah tujuh sunnah yang sering disebut dalam berbagai kitab fikih mengenai orang yang sedang sakaratul maut.
Menalqin dengan Kalimat Tauhid
Sunnah pertama yang sangat dianjurkan adalah menalqin orang yang sedang sakaratul maut dengan kalimat tauhid. Talqin berarti menuntun atau mengingatkan seseorang untuk mengucapkan kalimat La ilaha illallah.
Kalimat tauhid merupakan inti dari keimanan seorang Muslim. Karena itu dianjurkan agar kalimat terakhir yang diucapkan seseorang sebelum meninggal adalah kalimat tersebut.
Cara Melakukan Talqin
Talqin sebaiknya dilakukan dengan cara yang lembut dan tidak memaksa. Orang yang menuntun cukup mengucapkan kalimat tauhid di dekatnya sehingga orang yang sedang sakaratul maut dapat mengikutinya jika masih mampu berbicara.
Para ulama menekankan bahwa talqin tidak boleh dilakukan dengan cara memaksa atau berulang ulang secara berlebihan karena dapat membuat orang yang sedang sakaratul maut merasa terbebani.
Hikmah Talqin Kalimat Tauhid
Talqin bertujuan agar kalimat terakhir yang diucapkan seseorang adalah kalimat tauhid. Hal ini sangat dianjurkan karena kalimat tauhid merupakan inti dari iman seorang Muslim.
Selain itu, talqin juga membantu mengingatkan orang yang sedang sakaratul maut agar tetap fokus kepada Allah pada saat terakhir kehidupannya.
Menghadapkan Orang yang Sakaratul Maut ke Arah Kiblat
Sunnah kedua yang dianjurkan adalah menghadapkan orang yang sedang sakaratul maut ke arah kiblat. Kiblat merupakan arah yang menjadi simbol persatuan umat Islam dalam beribadah.
Para ulama menjelaskan bahwa orang yang sedang sakaratul maut dianjurkan untuk dihadapkan ke arah kiblat sebagai bentuk penghormatan terhadap syariat Islam.
Posisi Tubuh yang Dianjurkan
Posisi yang dianjurkan adalah membaringkan orang tersebut dengan posisi miring ke kanan sehingga wajahnya menghadap kiblat. Jika kondisi tubuh tidak memungkinkan, maka ia dapat dibaringkan dengan posisi telentang dan kepala sedikit diangkat agar wajahnya tetap menghadap kiblat.
Makna Menghadap Kiblat
Menghadap kiblat melambangkan ketaatan seorang Muslim kepada Allah. Karena itu dianjurkan agar seseorang tetap menghadap kiblat bahkan ketika sedang menghadapi kematian.

Membacakan Al Quran di Dekatnya
Sunnah berikutnya adalah membaca ayat ayat Al Quran di dekat orang yang sedang sakaratul maut. Bacaan Al Quran dipercaya dapat memberikan ketenangan dan menghadirkan suasana yang penuh rahmat.
Banyak ulama menganjurkan membaca Surah Yasin di dekat orang yang sedang sakaratul maut.
Mengapa Surah Yasin Dibaca
Surah Yasin sering disebut sebagai jantung Al Quran karena kandungannya yang sangat dalam mengenai kehidupan, kematian, dan kekuasaan Allah.
Membaca Surah Yasin di dekat orang yang sedang sakaratul maut diharapkan dapat menenangkan hati serta memudahkan proses keluarnya ruh.
Membaca dengan Suara Tenang
Bacaan Al Quran sebaiknya dilakukan dengan suara yang lembut agar tidak membuat suasana menjadi tegang. Suasana yang tenang akan membantu orang yang sedang sakaratul maut merasa lebih damai.
Mendoakan Orang yang Sedang Sakaratul Maut
Sunnah selanjutnya adalah memperbanyak doa di dekat orang yang sedang sakaratul maut. Doa merupakan bentuk permohonan kepada Allah agar orang tersebut dimudahkan dalam menghadapi kematian.
Doa Memohon Kemudahan
Doa dapat berisi permohonan agar Allah memudahkan sakaratul mautnya, mengampuni dosa dosanya, serta memberikan rahmat kepadanya.
Menghindari Ucapan Buruk
Para ulama juga menganjurkan agar orang yang berada di sekitar orang yang sakaratul maut hanya mengucapkan kata kata yang baik. Hal ini karena malaikat mengaminkan doa yang diucapkan oleh orang yang hadir.
Memejamkan Mata Setelah Wafat
Ketika orang yang sedang sakaratul maut telah meninggal dunia, sunnah berikutnya adalah memejamkan kedua matanya.
Mengapa Mata Jenazah Ditutup
Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa ketika ruh keluar dari tubuh, pandangan mata sering mengikuti arah keluarnya ruh. Oleh karena itu dianjurkan menutup mata jenazah agar wajahnya terlihat lebih tenang.
Dilakukan dengan Lembut
Menutup mata jenazah harus dilakukan dengan penuh penghormatan dan kelembutan sebagai bentuk memuliakan orang yang telah meninggal.
Menutup Tubuh Jenazah
Sunnah berikutnya adalah menutup tubuh orang yang telah meninggal dengan kain atau selimut.
Menjaga Kehormatan Jenazah
Menutup tubuh jenazah bertujuan menjaga aurat dan kehormatan orang yang telah meninggal.
Menjaga Kondisi Tubuh
Selain itu, menutup tubuh juga membantu menjaga kondisi jenazah sebelum proses pengurusan selanjutnya dilakukan.
Menyegerakan Pengurusan Jenazah
Sunnah terakhir adalah menyegerakan pengurusan jenazah setelah kematian dipastikan.
Mengurus Jenazah dengan Cepat
Pengurusan jenazah meliputi memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkannya.
Kewajiban Sosial Umat Islam
Mengurus jenazah merupakan kewajiban bersama bagi umat Islam. Jika sebagian orang telah melakukannya maka kewajiban tersebut gugur dari yang lain.

Hikmah Sunnah Ketika Menghadapi Sakaratul Maut
Sunnah sunnah yang dilakukan kepada orang yang sakaratul maut memiliki banyak hikmah yang sangat dalam.
Mengingatkan Manusia tentang Kematian
Melihat seseorang yang sedang sakaratul maut menjadi pengingat bagi orang yang masih hidup bahwa kehidupan dunia bersifat sementara.
Membantu Orang yang Sedang Menghadapi Ajal
Talqin, doa, dan bacaan Al Quran dapat membantu menenangkan orang yang sedang menghadapi kematian.
Menumbuhkan Kepedulian Sesama Muslim
Amalan sunnah ini juga menunjukkan kepedulian terhadap sesama Muslim bahkan pada saat terakhir kehidupan seseorang.
Sunnah Ini Mengajarkan Cara Menghadapi Kematian dengan Tenang
Dengan memahami sunnah sunnah yang dilakukan kepada orang yang sakaratul maut, seorang Muslim dapat mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan lebih baik. Islam memberikan panduan yang jelas agar seseorang dapat menghadapi saat terakhir kehidupannya dengan ketenangan dan harapan kepada rahmat Allah.
Melalui amalan sunnah tersebut, umat Islam diajarkan untuk saling membantu, mendoakan, dan memberikan dukungan kepada saudara sesama Muslim yang sedang menghadapi ajal. Dengan demikian, kematian tidak hanya menjadi peristiwa perpisahan, tetapi juga menjadi momen penuh doa dan pengharapan kepada Allah.